Scorpio Science

Scorpio Science

Jumat, 24 Januari 2014

Ada Baterai dengan Energi dari Gula

By on 20.39
Y.H. Percival Zhang tunjukkan baterai berbahan gula

Tim peneliti dari Virginia Tech, Amerika Serikat, berhasil mengembangkan sebuah baterai yang energinya berasal dari gula.

Di masa depan, baterai dari gula ini akan menggantikan baterai konvesional, karena lebih murah, bisa diisi ulang, dan ramah lingkungan.

Melansir RedOrbit, Rabu 22 Januari 2014, penelitian yang dipimpin oleh Y.H. Percival Zhang ini menemukan bahwa gula merupakan senyawa penyimpan energi yang paling sempurna di dunia.

"Jadi, sangat logis apabila kami mencoba memanfaatkan kekuatan alam dan ramah lingkungan untuk dijadikan sebuah baterai," kata Zhang.

Dia menambahkan, tim peneliti juga sedang mengembangkan baterai jenis lain yang memiliki energi lebih besar. Sehingga, dimungkinkan untuk dapat digunakan sebelum dilakukan pengisian daya.

"Dalam tiga tahun ke depan, kami akan memproduksi baterai gula yang bisa digunakan untuk ponsel pintar, tablet, konsol game, dan perangkat elektronik lainnya yang membutuhkan baterai untuk dapat beroperasi," ungkap Zhang.

Untuk menciptakan baterai gula ini, tim peneliti telah melalukan beberapa uji coba. Hasilnya, diketahui bahwa baterai gula berbeda dengan baterai yang berbahan hidrogen dan metanol. 

"Baterai gula tidak mudah terbakar dan memiliki kepadatan penyimpanan energi yang lebih tinggi. Baterai gula ini juga bisa diisi ulang dengan hanya menambahkan gula. Prosesnya mirip dengan menambah tinta pada cartridge printer," kata Zhang.

Wow, Ada Asteroid Menyemburkan Air ke Angkasa!

By on 20.24

Observasi terbaru menunjukkan bahwa asteroid terbesar di Tata Surya, Ceres, menyemburkan air dalam bentuk uap ke antariksa.

Ilmuwan telah lama menduga bahwa Ceres menyimpan air. Namun, baru kali ini, pelepasan air di benda langit itu berhasil dideteksi.

Fakta tersebut ditemukan lewat penelitian menggunakan wahana antariksa Herschel milik Badan Antariksa Eropa (ESA) dan dilaporkan dalam jurnal Nature edisi terbaru.

Uap air dipercaya berasal dari daerah berwarna gelap di permukaan asteroid itu. Namun, ilmuwan belum yakin mengapa uap air itu tersembur ke antariksa.

Michael Kuppers dari ESA mengungkapkan, salah satu hipotesis sebab semburan air adalah adanya pemanasan oleh Matahari sehingga es langsung menguap.

"Kemungkinan lain adalah adanya energi di interior Ceres," ungkap Kuppers seperti dikutip BBC, Rabu (22/1/2014). 

"Dan energi itu bisa membuat air keluar dengan cara yang sama seperti gletser, bedanya karena tekanan rendah di permukaan asteroid, air keluar dalam bentuk gas, bukan cairan," imbuhnya.

Jumlah uap air yang disemburkan Ceres ke antariksa memang tak banyak. Namun, Herschel mampu memastikan bahwa yang dilepaskan memang molekul air.

Wahana antariksa Herschel telah dinonaktifkan tahun lalu. Tahun 2015 nanti, wahana antariksa Dawn akan kembali menyelidiki Ceres.

Dawn akan mengorbit dan memetakan obyek selebar 950 km tersebut serta menentukan kompisisi dan strukturnya.

"Dawn juga juga akan mengobservasi area berwarna gelap dengan resolusi tinggi dan mungkin akan menjawab pertanyaan proses di balik terciptanya uap air," kata Kuppers.

Sumber: sains.kompas.com